Monday, 12 March 2018

CERITA DEWASA SEX KEJUTAN DARI PACARKU


Kapten Birahi - Pada Tanggal 28/10/2015 sekitar pukul 15.00 waktu Negri Jiran (Malaysia), saya mendatangi suatu tempat di Malaysia. Rombongan kami-pun memutuskan untuk mencari Hotel untuk istirahat di Darby Park, letidak tempat ini tepatnya di KL ( kuala Lumpur ) dan tempat menginap kami ini tidak jauh dari menara kembar yangyang menjadi ciri khas dari Negri Jiran ini. Setelah sampai dihotel dan tentunya juga sudah reservasi, saya mendapat kamar Residence suit dilantai 12. Yang namanya kamar Residence suit, dimana dikamar itu desain interior dan fasilitasnya tentu sangat istimewa, dikamar saya ada ruang tamu, dan ruang dapurnya, pokoknya komplit deh. Tapi anehnya kenapa saya menghuni kamar saya sendiri, padahal harusnya saya bersama rombongan saya ??? Tapi yasudahlah.



Kapten Birahi -Ketika itu kira-kira pukul 17.00 terdengar bell kamar saya berdering, setelah saya membukakan pintu, ternyata yang menekan Bell kamarku adalah tour guide kami. Dia mengingatkan saya dan rombongan saya agar 10 menit lagi berkumpul di lobby area. Katanya kami harus bersiap-siapuntuk pergi tour ke KLCC ( terletidak di bawah menara kembar Petronas) , Menara Kuala Lumpur dan tujuan terakhir ke Genting Highland, dimana di lokasi ini mempunyai ketinggdian sekitar 5.350 kaki, selaiin itu di Genting juga terdapat Casino terbesar no 2 di Asdia.
Tapi tawaran tour dari Tour Guide itu saya tolak, dan saya juga menyampaikan kepada pimpinan tour bahwa saya memilih istirahat saja di Hotel. Selain saya ingin beristirahat, sebenarnya saya ingin pergi ke China Town untuk membeli buah tangan pesanan teman-teman kantor saya, tidak lama kemudian merekapun mengerti lalu mereka pergi untuk Tour. Setelah kepergdian rombongan Tour, untuk melepas penat, sayapun menghilangkan kejenuhan dengan bersantai di sofa yang nyaman sembari menonton DVD player yang ada di ruang tamu dengan memutar kaset tentang Tourism Of Malaysia, yang diberikan pihak penyelenggara seminar di Hotel kami menginap.
Karena capek tidak terasa saya-pun tertidur pulas di sofa itu. Ketika sedang pulas-pulasnya, saya terbangun oleh bell kamarku yang berbunyi. Ketika itu saya melihat ternyata sudah pukul 19.00. Dalam fikiran saya tidak mungkin kalau jam segini teman-teman sudah kembali ke hotel, paling mereka juga nanti subuh pulangnya. Kemudian saya bergegas menuju ke pintu untuk membukakan pintu. Ketika pintu sudah saya buka saya terkejutkan dan seperti tidak percaya melihat sesosok wanita yang berdiri di depan pintu kamarku, dan…
“ Hah … Kamu … ? ” ucap saya sembari mengucek-ucek mata saya.
“ Kamu jahat banget sama aku.. mengapa kamu tidak memberitahuku jika kamu datang ke Malaysia ? Bahkan ketika kamu sudah berada di Kuala Lumpur pun, kamu tetap tidak meneleponku dan memberi kabar kepadaku, ” ucap teguran-nya padaku.
Wanita itu berkata sembari mendorong tubuhku ke dalam kamar dengan tangan memukul dada saya.
“ Saya bukannya sengaja untuk tidak menelefon kamu, tapi kontak kamu hilang ketika saya mengganti sim cardku ” sambung saya lagi,
“ Ketika itu aku ingin mengaktifkan mobile banking, sementara memori untuk menyimpan kontak telepon di kartu baru itu tidak cukup untuk menyimpan kontak telefonku. ketika hendak berangkat ke Malaysia seminggu lalu, aku melihat kontaku lagi, ternyata nomor kamu tidak ada di kartuku ” ujarku menerangkan, sambil membelai rambutnya.
Hampir lupa ni guest, Wanita yang bernama Kiran itu adalah pacarku, dia orang Malaysia dan kini berusdia sekitar 25 tahun, dia bekerja di salah satu perusahaan swasta cukup besar di negara jiran itu, yang ku kenal ketika dalam perjalanan dengan pesawat Silk Air menuju kota A dari Singapora. Dan selama di kota A saya selalu menemaninya kemana pergi, dan bahkan sempat beberapa kali tidur bersama. Kiran yang bertubuh Sexi dan sintal dengan tinggi sekitar 167 cm berkulit putih dan mirip artis Angelina Jolly.
Pinggangnya ramping, pinggul padat berisi dan payudara yang montok serta padat dengan ukuran bra 36B. Dan setdiap saya ke Malaysia atau dia ke kotsaya, pastilah tidak pernah terlewatkan bagi kami berdua untuk bercinta. Ketika saya tanyakan dari mana dia tahu kalau saya sedang di Kuala Lumpur dan menginap di PNB Darby Park, dia menyatidakan tahu dari teman-temanku. Waktu dia sedang duduk-duduk di salah satu kafe di KLCC sepulang dari kerja, dan kebetulan melihat teman-temanku yang pakai kokarde “ Mega FAM ” bertuliskan dari kota A, dan menguping teman-temanku bercerita, dan dia mendengar namsaya ikut disebut-sebut.
Waktu itu, feelingnya langsung mengatidakan bahwa nama Sanhan yang disebut-sebut itu pastilah saya, sehingga dia memberanikan diri bertanya pada salah seorang temanku, dimana saya berada, setelah sebelumnya dia menyatidakan bahwa dia mengenal saya. Akhirnya teman-temanku mengatidakan bahwa saya sedang istirahat di hotel, dan ketika dia datang ke hotel
tempat saya menginap, dia tanyakan namsaya dan receptions hotel lalu memberi nomor kamarku.
“ Syukurlah kamu bisa menemukan saya. Kamu tahu kenapa saya tidak mau gabung dengan teman-teman ke Genting? Itu karena saya punya rencana untuk datang ke rumahmu malam ini, ” ujarku menjelaskan.
“ Iya ke.., ” rajuknya dalam logat Malaysia.
“ Sure..! ” jawabku pasti, sambil merengkuh pundaknya sehingga dia berada dalam pelukanku.
“ Saya sungguh merindukanmu, Kiran, ” rayuku.
“ Saya juga, makanya saya datang ke tempatmu, ” balasnya.
“ Kamu mau menemaniku disini malam ini kan? ” tanysaya.
Kiran menganggukkan kepalanya. Namun dia menyatidakan bahwa dia harus menelepon temannya satu apartemen bersebelahan kamar untuk memberitahu, untuk memberitahu jika dia tidak pulang malam ini. Karena tidak tahan lagi menahan rasa rindu yang memuncak serta keinginan untuk mereguk kenikmatan tubuhnya yang sensual dan sudah hampir satu tahun tidak saya cicipi itu. Kulihat Kiran yang baru saja menelepon temannya itu sedang asyik menikmati siaran TV3 sambil menyandarkan tubuhnya dengan santai di sofa yang berukuran cukup panjang dan lebar itu. Saya mendekat dan langsung mengecup keningnya. Dia menengadah, dan ciumanku terus merambat turun ke bibirnya yang sensual.
“ Ah.., ” desahnya tertahan.
Ciumanku terus menjalar ke belakang telinganya dan terus ke lehernya yang jenjang. Sementara tanganku mulai menjalar mencari dua bukit kenyal yang montok dan selalu menantang itu. Kulihat dia mulai menggelinjang-gelinjang sambil merasakan nikmat permainan yang saya berikan. Perlahan-lahan tapi pasti, saya mulai membuka baju kaos yang dipakainya, dan melanjutkan dengan membuka celana jeans ketat yang melekat di tubuhnya. Sehingga terlihat dia hanya menggunakan bra warna hitam yang serasi dengan celana dalamnya yang juga berwarna hitam.
Sementara bibirku, tetap bermain di bibirnya yang ranum. Kemudian tangan kananku mulai mencari pengait bra yang dipakainya dan melepasnya. Bibirku langsung beraksi mengulum puting susunya yang sudah mulai mengeras. Sekali-sekali saya gigit puting susunya yang berwarna coklat itu, sehingga dia terdengar mengerang. Sementara tangan kananku, terus merambat turun dan mulai memelorotkan celana dalamnya. Sesaat tanganku berhenti di gundukan daging di sela pangkal pahanya yang ditumbuhi bulu-bulu hitam lebat dan tertata rapi.
“ Honey, please..! ” rengeknya sambil berusaha membuka kaos singlet yang kupakai.
Kemudian dengan rsayasnya diapun mulai menjilati dan menghisap puting susuku yang ditumbuhi bulu-bulu. Saya tergelinjang, dan seketika nafsuku semakin memuncak. Dia semakin bergelora dan terus menjilati tubuhku hingga ke bawah. Karena terhalang celana pendek yang kupakai, diapun lalu memelorotkannya, sehingga saya menjadi telanjang bulat seperti dirinya. Kejantanan ku terlihat mengacung dengan gagahnya ke atas.
“ Oh.., ” desahnya sambil menjilati seluruh batang kejantanan ku.
Tidak cukup sampai disitu, dia lalu berusaha mengulum seluruh batang kejantanan ku. Namun karena tersekat dikerongkongannya, hanya sebagdian saja yang bisa dikulum dan diisapnya, sehingga membuat saya kegeldian dan semakin terangsang. Kemudian saya coba mengambil alih inisiatif dengan menarik tubuhnya ke atas serta menyandarkannya di sofa, dan kemudian saya mulai lagi menjilati dan menghisap puting payudaranya. Hisapanku lalu pindah ke bibir, ke telinga dan leher, sehingga membuatnya makin terangsang dengan hebat. Ciuman lalu saya teruskan ke bawah, dan bermain-main sebentar di sekitar pusarnya.
Kemudian bibirku terus merambat ke bawah, dan mendapatkan kemaluannya yang berbulu lebat itu sudah mulai dibasahi cairan kental. Setelah kakinya saya angka dan bulu-bulu yang menutupi lubang kemaluannya saya sibakkan, saya mulai menjilat clitorisnya dengan lidahku. Kiran semakin menggelinjang menahan nikmat, sehingga setelah hampir lima menit lidahku bermain di lubang kemaluannya, akhirnya saya lihat Kiran berkelenjotan dan mengangkat tinggi pinggulnya dan terdengar terdiakan tertahan.
“ Oh, honey. Saya tidak tahan lagi. Saya.. mau.. keluar..!’ terdiaknya.
Tidak lama kemudian saya melihat cukup banyak cairan kental menyembur dari lubang kemaluannya. Sementara saya lalu menghentikan jilatan untuk memberikannya kesempatan menikmati orgasmenya yang pertama itu. Kemudian, dengan rsayas saya jilati semua cairan yang keluar dari kemaluannya itu.
“ Ah, honey. Apa yang saya impikan selama satu tahun ini untuk bercinta kembali denganmu, akhirnya menjadi kenyataan, ” katanya.
“ Saya juga sayang, si kecil ini sudah lama berontak untuk bisa bersemayam di goa milikmu yang hangat itu, ” balasku sambil mencium mesra bibirnya.
Ciumanku itu dibalas Kiran dengan hangat. Kembali permainan lidah yang luar bdiasa terjadi. Sementara tangan kananku sibuk meremas dengan lembut dua bukit kembarnya yang sangat menantang itu. Lalu perlahan dan tanpa melepaskan ciuman bibir, saya bopong Kiran ke dalam kamar dengan tetap membiarkan kaca jendela tidak ditutup gorden, sehingga menambah nuansa tersendiri dalam permainan Sex kami.
Baru saja Kiran saya rebahkan di ranjang, tiba-tiba dia bangkit dan mendorongku hingga tertelentang. Dia terlihat ingin mengambil inisiatif menyerang dengan menciumi seluruh bagdian tubuhku dengan ganasnya. Akibatnya, kejantanan saya yang sejak tadi sudah mengeras itu, sudah tidak sabaran lagi untuk bisa menyeruak ke dalam lubang kenikmatan Kiran. Pada saat Kiran asyik melumat bibirku, secara diam-diam kejantanan saya arahkan tepat di lubang kemaluannya.
“ Ah, terus sayang.., ” desahnya.
Sementara saya mengangkat pinggul agar kejantanan ku bisa masuk, Kiran juga ikut membantu dengan menekan pinggulnya. Secara perlahan-lahan, kejantanan ku mulai dapat memasuki ldiang kemaluan Kiran yang masih terasa sempit karena selalu dirawat dengan baik. Bless..! Semua batang kejantanan ku amblas masuk hingga dapat kurasakan menyentuh dasar kemaluannya.
“ Oh, terus honey. Enaakk..! ” desahnya.
Karena saya merasakan goyangnya mulai mengendur karena lelah berada di atas, akhirnya saya mengambil inisiatif membalikkan tubuhnya hingga telentang, dengan kejantanan ku tetap berada di dalam kemaluannya. Secara perlahan, saya mulai menggoyang pinggul untuk memaju mundurkan kejantanan ku di kemaluannya, sementar lidahku tetap saling kait mengait dengan lidahnya.
Kemudian lidahku merambat turun ke dadanya dan menghisap puting susunya yang mengeras, Sementara saya tetap mempertahankan intensitas goyangan di pinggulku. Akibatnya, Kiran terlihat sudah tidak bisa menahan seranganku, karena saya rasakan pinggulnya mulai diangkat dan kakinya mengejang.
“ Oh, honey. Saya tidak tahan lagi dan mau.. ke.. luar..’ ” erangnya.
“ Tahan dulu sayang, kita keluarkan sama-sama, ” ujarku tertahan.
Saya akhirnya saya tidak bisa menahan desakan di pangkal kejantanan ku yang terasa menghentidak-hentidak hendak menghantam kemaluan Kiran. Dan dalam hitungan detik, akhirnya saya muntahkan seluruh sperma yang ada di kejantanan ku, sementara Kiran juga kurasakan mengeluarkan lendir di kemaluannya yang terasa hangat oleh batang kejantanan ku.
“ Oh, saya benar-benar puas. Saya ingin kamu masih di KL agak beberapa hari lagi, ” ujarnya sambil mengecup bibirku mesra.
“ Bagaimana ya, tiketku tidak bisa diundur karena sudah diprogram oleh penyelenggara Mega FAM. Saya harus pulang ke Indonesia pagi besok, ” jawabku hati-hati.
“ Pokoknya serahkan saja tiket itu padsaya, saya yang akan mengaturnya. Kalaupun tiket pesawatmu tidak
bisa di undur, biarkan saja, nanti saya ganti dengan tiket baru untuk kembali ke Indonesia hari rabu Tgl 28 Januari, ” katanya sambil mengelus dada saya yang sedikit berbulu. Saya menyatakan tindakan setuju, sehingga kulihat dia tersenyum karena merasa senang. Dan menjelang pagi, kami sempat melsayakan “ pertarungan ” sengit itu hingga empat kali, sehingga saya lihat Kiran benar-benar terpuaskan oleh permainanku yang katanya sangat dahsyat itu. Dia juga berjanji untuk minta izin kepada atasannya selama 3 hari untuk menemaniku selama berada di Kuala Lumpur, sekaligus untuk melampdiaskan nafsu syahwatnya yang juga sangat dahsyat itu.
Kiran kembali ke apartemennya sekitar jam 16.30 untuk bersiap-siappergi kerja, dan sekitar pukul 17.30 saya dibangunkan teman-teman untuk bersiap-siapmenuju KLDIA untuk seterusnya kembali ke kotsaya. Namun kepada teman-teman saya sampaikan, Bahwa saya masih akan tinggal di Kuala Lumpur hingga Tgl 28 Januari, karena ada sedikit urusan. Tentang tiket pesawatku yang tidak bisa diundur keberangkatannya, saya katakan sudah ada yang mengaturnya, sehingga teman-temanku dapat memahaminya. Selesai.
Share:

SUNGGUH NIKMATNYA LOBANG PERAWAN


Kapten Birahi  - Usiaku yang sudah 25 tahun sampai saat ini masih belum selesai kuliah, aku akui dalam akademis aku termasuk orang gagal, tapi kalau meluntuhkan hati wanita aku jagoannya, kali ini aku akan menceritakan kisahku yang nyata dimana aku menikmati meki perawan , kisah ini terjadi saat aku mendapat kos kost san baru, dari pagi sampai sore berputar putar UGM akhirnya aku mendapatkan tempat kost kostan yang aku dambakan.









Cerita Sex Perawan | Pertama kali aku ngeliat dia, jantung aku langsung berdebar karena doi manis banget.

“iya, kosan yang disebelah ada kok kak, tapi Cuma satu kamar.” Begitu suaranya ramah ketika pertama kali aku komunikasi sama doi. Ibu kosnya juga baik.

Awalnya gak begitu suka, karena tempat kostnya terpisah jauh dari temen-temen aku yang lain. Tempatnya juga terlalu masuk ke lorong-lorong. Tapi ada satu hal yang bikin aku mutusin buat ngambil kosan disana, yaitu anak ibu kosnya yang cakep banget. Namanya Rika, mahasiswi semester 3 di UGM.

Namun ibu kos nya yang berprofesi pedagang di Sleman belum pulang. Rika mengatakan kalau ibu dan bapaknya berdagang pergi pagi pulang malam. Akhirnya sore besoknya aku mutusin untuk ngambil kamar kosan yang bersebelahan langsung dengan rumah ibu Kosnya.

Cerita Ngentot | Walau tinggal terpencil jauh dari temen-temen, gak masalah lah.. yang penting aku bisa dapetin nih si bidadari khayangan.

Malam itu aku udah siap untuk tinggal di tempat kost baruku. Begitu keluar, ehh.. ternyata gebetan aku Rika lagi telponan diluar sambil duduk santai di teras rumahnya.

“wah.. kesempatan buat pdkt nih..” dalam hati aku.

Setelah nungguin dia selesai telponan lumayan lama, akhirnya aku keluar kamar dan samperin doi.

“Hai.. lagi ngapain?” sapa aku sambil melempar senyum.
“Eh, lagi santai aja kak.” Balasnya membalas senyum aku.
“Telponan sama siapa?”
“Sama pacar kak” jawabnya.

Plaaakk.. aku serasa kena tampar. Ternyata doi udah punya pacar. Habis deh! Namun, pembicaraan tetap berlanjut. Walau Rika sudah punya pacar, aku tetap pengen akrab sama dia. Siapa tau ntar dia putus, siapa tau ntar dia bosen sama pacarnya..

Siapa tau.. siapa tau.. aku menghibur diri. Aku perhatikan wajah manis Rika. Bener-bener wajah bidadari! Kulitnya halus tanpa jerawat. Ternyata ada tai lalat mungil di pipinya.

“Kak kok ngeliatin Rika gitu sih?” tanya Rika risih.

Aku tersadar.

“Ehh.. gak. Ternyata Rika punya tai lalat di pipi yah?” tanya aku.
“Orang yang punya tai lalat di pipi itu beruntung lho..” ucap aku keumudian.
“Emang kenapa kak?” tanya nya penasaran.
“Iyalah beruntung! untung aja tai lalat, kalo tai kebo gimana coba?” seloroh aku.

Rika langsung ketawa. Manis banget ngeliat dia ketawa. Akhirnya malam itu aku berhasil ngobrol panjang lebar dan ketawa ketiwi bareng Rika.

Bahkan setelah cerita tai lalat itu, Rika bahkan nunjukin kalau dia punya tanda lahir di lengannya.

“Mana mungkin itu tanda lahir! Itu tatto tuh!” aku langsung aja nuduh.
“Sumpah kak ini tanda lahir!” balasnya.
“Gak percaya! Pasti kamu orangnya tattoan yah! Harus diperiksa nih!” tuduh aku.

Dia malah tertawa cekikikan. Aku senang.. Paginya, aku sempetin dulu olahraga pagi. Angkat barbel dan push up ringan sudah jadi rutinitas pagi buat aku.

Punya badan atletis dan berotot memang kharakteristik aku. Alah.. Tiba-tiba aku denger suara cebar-cebur dari kamar mandi. Aku selidiki asal suara tersebut, ternyata persis bersebelahan dengan dinding disebelah kamar aku.

Ternyata disebelahnya kamar mandi! Aku coba dengerin suara gemercik air tersebut. Ternyata suara berikutnya adalah lantunan nyanyian seorang gadis. Tidak salah lagi, itu suara Rika! Aku begitu menikmati suara nyanyiannya.

Merdu banget! Akhirnya timbul pikiran kotor aku. Dinding tembok yang sebenarnya tidak terlalu tinggi itu bisa aku panjat! Akhirnya dengan secepat kilat, otak aku berfikir keras. Bagaimana caranya untuk memanjat dinding yang tingginya dua setengah meter ini.

Setelah yakin orang tua Rika sudah berangkat pergi berdagang dan Rika pasti sendirian di rumah, aku nekat untuk ngintipin Rika mandi. Dengan bantuan kursi, akhirnya aku bisa mencapai ujung tembok paling atas.

Pelan-pelan aku angkat kepala untuk melihat pemandangan disebelah sana. Ternyata benar! Rika sedang mandi sambil bernyanyi. Cerita Panas: Nikmatnya meki Perawan Anak Ibu Kost | Rika dengan wajah manis itu ternyata punya tubuh yang sangat seksi.

Dari ujung rambut hingga ujung kakinya dapat aku liat secara jelas. Payudaranya yang montok bergelantungan. Kulitnya putihnya yang dibalut busa-busa sabun. Hingga rambut-rambut halus yang tumbuh didaerah kemaluannya dapat terlihat jelas.

Hal itu tanpa sadar sudah membuat batang kemaluan aku langsung mengeras. Rika masih asyik menggosok-gosok bagian tubuhnya dengan sabun. Yang membuat aku gak tahan yaitu terkadang tangannya meremas payudaranya sendiri.

Kilauan sabun dari payudaranya yang putih licin oleh sabun membuat aku serasa mau pingsan. Sejurus kemudian, Rika membilas sabunnya dengan menimba air. Kulitnya makin terlihat putih bercahaya. Berikutnya bagian selangkangannya yang dicuci dengan air.

Diluar dugaan aku, ternyata Rika mengelus-elus bagian kemaluannya. Awalnya aku berfikir Rika melakukan pembersihan di daerah vaginanya. Ternyata, ia begitu keasyikan mengelus-elus daerah yang berbulu tersebut.

Aku liat matanya sudah merem-merem keenakan.

“Ohh tidaakk.. Rika sedang masturbasi!” Baru kali ini aku melihat secara langsung dengan mata kepala sendiri ada seorang cewek yang masturbasi.

Secara jelas aku menonton Rika yang tengah keasyikan memainkan jarinya di bibir kemaluannya.

Secara tak sadar aku jadi lupa diri kalau sebenarnya posisi aku sangat rawan. Bisa bahaya kalau sampai ketahuan oleh Rika. Malu banget lah, baru satu hari ngekos ditempat orang sudah berlaku kurang ajar. Ternyata bata yang menjadi pijakan aku tak sanggup lagi menahan pijakan aku.

Akhirnya salah satu batu bata tersebut terjatuh. Rika jadi kaget dan menghentikan adegan masturbasinya.

“Mati aku kalo Rika sampai tau!” batin aku terus cemas.

Aku langsung menghentikan tontonan langka nan sangat istimewa tersebut.

Aku segera turun dari dinding yang aku panjat buru- buru. Ternyata Rika menyadari dirinya diintip. Rika segera memakai handuknya dan buru-buru keluar kamar mandi. Aku segera menuju pintu kamar mandi untuk menghalangi dan menenangkan Rika, kalau-kalau ia berteriak. Bisa mampus aku kalau dia ngadu ke ortunya.

Ternyata aku yang buru-buru melintasi pintu kamar mandi langsung bertabrakan dengan Rika yang baru saja keluar kamar mandi. Handuk Rika langsung tersibak, ia terjatuh.

“Maaf.. maaf..” Cuma itu yang bisa terlontar dari mulut aku sambil membantu Rika untuk berdiri.

Aku langsung mengambil handuknya. Rika tampak kelabakan ketika handuknya hampir saja copot. Rika tidak memakai apa-apa selain handuk yang membuat payudaranya menyembul kelihatan.

“Kak, ngintipin Rika barusan yah?” tanya Rika dengan menundukkan kepalanya.

Ia menunduk mungkin karena ia malu. Karena baru saja ia melakukan masturbasi. Aku jadi ngerasa bersalah.

“Maafin kakak ya.. Kakak menyesal banget” aku ucapin itu dengan nada memelas.

Rika cuma mengangguk tapi masih menunduk. Tangannya masih memegang handuknya erat-erat. Tak lama setelah itu dia berjalan pelan kedalam rumahnya sambil terisak.

Matanya berkaca-kaca. Aku jadi tambah merasa bersalah.

“Blum ada lho yang ngeliat Rika gitu, kok kakak tega sih?” suaranya lirih.

Akhirnya aku anterin Rika ke kamarnya. Aku bimbing dia menuju kamarnya.

Dibenak aku semuanya campur aduk. Perasaan bersalah udah membuat dia trauma. Mungkin saja bagi cewek hal seperti itu bisa membuatnya trauma. Sesampainya dikamar Rika, aku malah memeluknya.

Terlintas dipikiran aku, kalau cewek sedih atau nangis untuk menenangkannya dengan di peluk.

“Rika maafin kakak ya..” aku bisikin itu ke telinganya.

Sekali lagi Rika mengangguk. Dari pelukan, aku beralih mendekap Rika.

Aku cium pipinya kemudian bibirnya. Serentak tangan aku juga ikut memainkan perannya meremas dada Rika dari luar handuknya.

“Kakak! Ngapain sih ini!” ucap Rika kaget.

Dalam fikiran aku, kepalang basah mandi aja!

Tanggung ketahuan ngintipin Rika mandi, kenapa gak aku tidurin aja sekalian? Mumpung kesempatan ada! Aku dorong Rika ke tempat tidurnya.

Pintu kamarnya segera aku kunci. Handuknya dengan mudah aku lepas. Bibir Rika aku lumat dan kulum sejadi-jadinya. Tangan aku menjamah payudaranya yang montok. Rika berontak dan kakinya menghentak-hentak gak karuan.

“Kakaaaakk..” Rika berteriak.

Aku mulai cemas. Nanti kalau ada warga yang dengar gimana? Aku bisa dihajar masa.

Akhirnya aku menghentikan aksi brutal aku. Aku mutusin untuk membujuk Rika pelan-pelan.

Sambil mengelus-elus bahunya dan membelai rambutnya aku ngomong pelan-pelan

“Rika, tenang aja yaa.. kakak gak bermaksud nyakiti Rika. Kakak gak mungkin menyakiti Rika karena kakak sayang banget sama Rika..” bisik aku pelan-pelan ke Rika.

Aku cium leher Rika, tangan aku mulai lagi main-main mengelus payudaranya, meremas, kemudian turun ke daerah kemaluannya.

“Kakak, Rika mohon jangan kak” Rika memelas ketakutan.
“Rika tenang aja yaa.. Kakak gak akan nyakitin Rika. Kakak Sayang sama Rika.” Bujuk aku pelan-pelan sambil terus memainkan daerah kemaluannya.

Tangannya terus mendorong-dorong aku. Rika ketakutan setengah mati. Aku terus memberikan rangsangan dengan terus menciumi leher Rika.

Kemudian turun dan menjilati puting susunya yang memerah. Sementara tangan kanan aku mengelus-elus daerah vaginanya. Jari tengah aku mulai masuk ke lipatan bibir vaginanya. Aku terus mainkan itu pelan-pelan.

“Kakak.. Rika mohon, Rika masih perawan kak.. Rika takut..” Rika masih memelas.

Tangannya terus memegangi tangan kanan aku yang bergerilya didaerah bibir vaginanya. Aku cuma jawab permohonan Rika dengan ciuman dan kuluman dibibirnya.

Aku terus lumat bibir Rika dan bibir vaginanya dilumat jari tengah aku. Perlahan aku masukin jari tengah aku dengan pelan-pelan. Terasa daerah vagina Rika sudah basah. Mengetahui daerah vagina nya sudah basah dan licin, aku jadi yakin kalau sebenarnya Rika juga menikmati permaikan aku.

Rika juga sudah tidak menunjukkan perlawanan yang kuat.

“Rika, kak masukin jari kakak pelan-pelan ya.. gak sakit kok.. Rika tenang aja yaa..” Belum lagi Rika memberikan persetujuannya, jari tengah aku sudah menikam masuk ke vaginanya.

Akhirnya jawaban Rika Cuma erangan dan rintihan. Aku terus mainkan dengan memasukkan jari tengah aku kedalam vaginanya sedikit demi sedikit. Akhirnya bisa masuk semua jari aku!

“Kakak.. Rika takut kak..” Rika terus menceracau.

Tapi kakinya malah membuka lebar dan sesekali nafasnya mendesir berat. Aku yakin Rika sebenarnya mungkin saja sering bermasturbasi. Cewek-cewek seperti Rika mungkin saja cewek hypersex yang sering memuaskan dirinya dengan masturbasi.

Seperti yang aku liat barusan di kamar mandi. Aku makin sibuk. Tangan kiri aku membelai rambutnya, mulut aku sesekali mengisap dan menjilati putingnya, dan tangan kanan aku memasukkan jari kedalam liang vagina Rika yang makin banjir dengan cairan dan licin.

Akhirnya aku gak tahan lagi. Dengan sekejap segera aku lucuti semua pakaian aku hingga kami berdua sudah benar-benar telanjang bulat. Segera aku tindih tubuh Rika yang terkapar.

“Rika, kita coba masukin yuk..Tahan sedikit ya.. mungkin agak sakit.” Rika dengan lugunya mengangguk.

Tampaknya ia sudah diliputi gejolak syahwat yang sangat. Aku makin bersemangat. Perlahan aku gosok-gosokin k0ntol aku yang udah tegang dari tadi ke bibir kemaluan Rika. Rika yang makin terangsang gak bisa berbuat apa-apa selain pasrah. Jiwa raganya sudah diliputi kenikmatan sex.

Setelah k0ntol aku licin dengan cairan Rika, perlahan aku tusukin k0ntol aku ke dalam liang kemaluan Rika. Walaupun pekerjaan aku halus dan pelan, tetap saja Rika merintih kesakitan. Sekarang k0ntol aku bercampur dengan cairan licin dari Rika dan darah keperawanannya. Rika menangis.

Namun bibirnya terus mengeluarkan suara

“ahhh.. ahhhh.. kakak..” Aku gak mau ambil pusing.

Aku sibuk dengan mendobrak vagina Rika yang sangat sempit agar batang kemaluan aku bisa masuk lebih dalam lagi.

Dibantu dengan cairan pelicin Rika yang sudah banjir, k0ntol aku bisa masuk semuanya. Aku terus menggenjot dengan memaju mundurkan batang kemaluan aku. Sesekali aku cium dan jilatin leher Rika hingga ke payudaranya.

Kemudian putinya aku hisap sekuat-kuatnya. Akhirnya aku liat tanda-tanda Rika akan orgasme. Segera aku pacu kecepatan goyangan aku. Aku pun pengen keluar dan klimaks. Akhirnya Rika lebih dahulu mencapai klimaks dan berteriak “Kakakk…” Berurutan setelah itu aku juga keluar menyemprotkan cairan sperma aku didalam mekinya.

“ahhh.. Ahhhh.. Rika..” Aku **kan beberapa kali semburan dengan menekan k0ntol aku sedalam-dalamnya kedalam liang vaginanya.

Rika pun menjepitkan pahanya. Akhirnya untuk beberapa saat kita terbuai merasakan nikmatnya orgasme.

Beberapa saat setelah itu terasa kedutan dan denyutan dari vaginanya. K0ntol aku belum aku cabut. Batang kemaluan aku itu aku biarin sampai lemas didalam vaginanya Rika. Aku terus perhatikan wajah cantik Rika yang termenung sayu.

Sesaat aku jadi kasihan telah melakukan ini semua kepada Rika. Kembali aku elus-elus dan benerin rambutnya yang berantakan. Aku tatap matanya dalam-dalam sambil berkata pelan

“Rika, mau gak jadi pacar kakak?” Rika hanya diam.

Aku tau dia udah punya pacar. Tapi aku sama sekali gak tau apa yang mau aku katakan selain itu kepada Rika. Aku pasang kembali celana dan keluar dari kamar Rika. Rika masih termenung sayu diranjangnya dan belum memakai pakaiannya. Aku udah siap dengan segala konsekwensi dari perbuatan aku barusan.

Setelah itu aku langsung berkemas di dalam kamar kos aku.

“Mungkin setelah ini Rika akan mengadukan semua itu ke orang tuanya dan aku bakal di usir” pikir aku.

Siang harinya, aku sudah selesai beres-beres barang-barang.

Aku pengen cabut duluan sebelum aku di usir sama orang tuanya Rika. Atau mungkin saja hal yang lebih buruk bakal terjadi ke aku.

Ternyata pintu kamar kos aku diketuk. Setelah aku buka ternyata Rika. Aku persilahkan Rika masuk.

Rika pun masuk kedalam kamar aku. Dia liat aku sudah packing barang-barang siap-siap mau kabur.

“Kakak mau kemana?” tanya Rika. Aku cuma diam.
“Kakak gak boleh pergi! Rika takut.. gimana kalau Rika sampai hamil? Kakak harus tanggungjawab untuk semua ini!” kata Rika lirih.
“Baiklah kakak gak akan pergi. Kakak akan tanggungjawab kalau terjadi apa-apa. Tapi kakak mohon jangan kasih tau orang tua Rika ya..” pinta aku.

Rika hanya mengangguk. Matanya masih sembab karena menangis.

Aku jadi kasihan, akhirnya Rika aku peluk lagi. Seminggu setelah itu, aku dan Rika Cuma diam-diam dan tak ada tegur sapa. Tapi akhirnya aku beranikan diri lagi untuk menyapanya dan mengajaknya bercanda lagi.

Akhirnya, aku bisa ngajakin Rika untuk berhubungan badan lagi. Kadang dikamar aku, kadang dikamar dia. Bahkan dia sempat tidur di kamar aku, padahal orang tuanya ada dirumah. Ternyata Rika selalu diliputi gairah.

Permainan sex kami semakin hari semakin fariatif. Dalam waktu tak kurang dari seminggu, Rika sudah berani menelan habis sperma yang aku semburin didalam mulutnya. Sex lagi dan lagi.. kami berdua sama-sama diliputi gairah yang membara.

Walaupun status hubungan aku belum jelas hingga saat ini, aku tetap menjalani ini sama Rika. Rika tetap pacaran dengan pacarnya, tapi kalo soal ranjang Rika lari ke aku. Hampir setiap malam Rika mampir ke kamar aku buat gituan.

Kadang setelah gituan dia balik ke kamarnya, kadang tidur di kamar aku. Sejak saat itulah, Rika ternyata diam-diam juga main sama pacarnya. Aku pernah nanya ke Rika, apa dia pernah melakukan hubungan badan dengan cowoknya? Awalnya Rika bilang belum.

Tapi setelah aku selidiki sms dari cowoknya, ternyata mereka juga udah ngelakuin hal begituan. Setelah perawannya hilang, dia malah jadi hypersex dan pengen ngelakuin hal itu terus. Suatu sore, pembicaraan aku sama Rika sampai ke sesuatu yang bahkan gak aku duga.
Share:

Saturday, 10 March 2018

Gak Bayar Hutang, Aku Di Perkosa


Kapten Birahi -Cerita panas berikut ini memang murni pengalaman pribadiku yang bermula dari keterpaksaan hingga menimbulkan rasa ketagihan. Aku menjadi semakin binal sejak kejadian itu. Kenikmatan dari lelaki yang bukan suamiku membuat aku gila seks.



Perkenalkan, namaku adalah Anti umurku 29 tahun, aku adalah seorang istri dari seorang lelaki bernama Bayu yang umurnya juga sama denganku. Aku hanyalah seorang ibu rumah tangga, sedangkan Bayu bekerja hanya kalau sedang ada proyek saja. Kalau sedang tidak ada proyek maka Bayu hanya diam di rumah dan tidak berusaha untuk mencari pekerjaan tetap yang bisa menjamin hidup kami. Selama 3 tahun pernikahan kami, Bayu tidak pernah bekerja tetap di satu perusahaan. Entah untungnya atau sialnya kami sampai sekarang belum dikarunai seorang anak. Akibat dari Bayu yang tidak mempunyai pekerjaan tetap akhirnya dia mempunyai hutang dimana-mana. Sampai suatu saat ada orang yang datang ke rumah kami dan marah-marah karena Bayu belum juga membayar hutangnya.
Pada saat itu aku hanya bisa menemani Bayu di sisinya menghadapi kata-kata kasar orang yang dihutangi oleh Bayu. Aku sendiri melihat gelagat yang aneh dari orang itu. Sambil marah-marah matanya seringkali tertangkap olehku sedang melirik ke arahku. Aku sendiri memang mempunyai tubuh yang cukup bagus menurutku. Tinggi 170cm (termasuk tinggi untuk perempuan lokal), berat 60kg, kulit sawo matang, dengan ukuran dada 36.
Kehidupan seks kami tidaklah bermasalah walaupun tidak bisa dibilang istimewa. Bayu selalu dapat memuaskanku walaupun dia adalah seorang yang konservatif yang selalu bermain dengan gaya yang itu-itu saja. Beberapa hari setelah rumah kami didatangi oleh orang yang menagih hutang, aku melihat orang tersebut di jalan ketika aku mau pergi ke rumah saudaraku. Tadinya aku akan meminjam uang dari saudaraku untuk menutupi hutang Bayu pada orang tersebut, tapi ditengah jalan aku mempunyai pikiran lain. Aku ikuti orang tersebut untuk mengetahui dimana rumahnya. Tadinya niatku hanya untuk mengetahui saja, tapi akhirnya aku mempunyai niat lain. Aku putuskan untuk menggadaikan tubuhku untuk melunasi hutang-hutang suamiku kepada orang itu.
Setelah aku mantap dengan niatku, beberapa hari kemudian aku memberanikan diri untuk mendatangi rumah orang tersebut. Rumah orang itu memang sangat besar dan sangat mewah. Setelah berhasil mengatasi rasa gugupku akhirnya kuberanikan diri untuk memencet bel. Tak lama kemudian seorang lelaki kurus yang kupikir adalah pesuruh di rumah itu keluar.
“Nyari siapa bu?”
“Hmm. Bapaknya ada?” tanyaku pada lelaki tersebut.
“Ibu siapa? Biar saya sampaikan ke Bapak.”
“Bilang aja dari istrinya pak Bayu.”
Akhirnya pesuruh itu masuk ke dalam rumah dan tak lama berselang dia keluar lagi untuk membukakan pagar.
“Tunggu aja di ruang tamu bu.” Katanya padaku. Langsung saja aku menuju ke arah yang ditunjuknya.
Sebuah pintu dari kayu jati dengan ukiran yang sangat cantik. Belum juga aku sampai ke depan pintu, pintu tersebut sudah dibuka dari dalam. Rupanya yang membukakan pintunya adalah orang yang kucari. Orang dengan perawakan kurang lebih 180cm dan kuperkirakan beratnya 75kg. Aku perkirakan umurnya sekitar 50 tahun. Berkulit hitam dan terlihat masih segar. Kesan angker yang ditunjukkannya pada saat menagih hutang tidak ada sama sekali pada saat aku datang. Justru aku menangkap kesan ramah dan sopan dari dia. Dia langsung menjabat tanganku sambil menyebut namanya.
“Broto. Mari masuk bu…”
“Anti” Jawabku langsung ketika melihat dia kebingungan.
“Oh iya. Bu Anti silahkan masuk”
Aku langsung masuk menuju ruang tamu. Dan Pak Broto langsung memersilakan aku untuk duduk.
“Mau minum apa bu Anti?”
“Ah gak usah repot-repot pak” jawabku dengan gaya basa-basi bangsa timur.
Akhirnya Pak Broto menyuruh pembantunya untuk membuatkan sirup.
Sambil menunggu minuman datang pak Broto memulai pembicaraan, sekaligus untuk mencairkan suasana yang kaku. Seolah-olah dia tahu kalau aku gugup dan grogi bertemu dengannya. Kuakui dia adalah sosok yang bisa membuat pembicaraan menjadi santai. Ditambah lagi mungkin dengan wawasan yang cukup luas sehingga dia sepertinya tidak pernah kehabisan bahan pembicaraan layaknya penyiar radio yang selalu ngoceh sepanjang jam siaran. Semakin jauh kami berbicara justru aku semakin kehilangan rasa gugupku yang tadi menghinggapi. Obrolan kami sempat terhenti karena pembantu pak Broto datang membawakan minuman pesananan majikannya.
“Silahkan diminum bu Anti”
“Oh iya pak. Terima kasih.” Tak lama langsung saja kuteguk minuman yang disuguhkan.
“Koq sepi ya pak? Istri bapak lagi keluar?” Tanyaku unuk memulai obrolan kembali.
“Istri saya sudah lama meninggal.”
“Oh maaf pak, saya gak tahu”
“Oh gak apa-apa. Oh iya bu Anti sudah berapa lama menikah dengan pak Bayu?”
“Tiga tahun pak. Tapi ya gitu deh pak. Mas Bayu gak pernah punya kerjaan tetap. Jadi makin lama makin numpuk aja hutangnya. Ditambah lagi sampai sekarang kami belum juga punya anak” kataku sekalian curhat sedikit ke pak Broto.
Setelah disinggung soal hutang, pak Broto akhirnya menanyakan perihal hutang suamiku. Dan dia juga bercerita bahwa sebenarnya suamiku tidak hanya berhutang kepadanya tapi juga ke teman-teman pak Broto. Jujur saja aku kaget, karena selama ini suamiku tidak pernah berkata jujur perihal hutangnya. Rupanya pak Broto sudah menyimpan rencana sendiri yang kurang lebih mirip dengan rencanaku. Dan akhirnya rencana itu disampaikan kepadaku, bahwa hutang suamiku bisa lunas dengan catatan aku mau diajak bercinta dengannya. Pengurangan hutang suamiku satu juta setiap aku melayaninya. Dan itu berlaku juga untuk hutang suamiku dengan teman-temannya yang ternyata ada dua orang lagi. Dan ternyata suamiku berhutang sepuluh juta ke setiap orangnya. Ini berarti aku harus bercinta tiga puluh kali, dengan setiap orangnya aku layani sepuluh kali. Aku sempat berpikir juga melihat keadaan yang seperti itu, tapi demi melunasi hutang suamiku akhirnya aku sanggupi permintaannya. Akhirnya aku disuruh kembali lagi keesokan harinya, karena hari itu Pak Broto sudah mempunyai janji dengan rekan bisnisnya. Sebelum pulang aku menanyakan apakah teman-temannya berkenan dibayar hutangnya dengan tubuhku? Dan Pak Broto berhasil meyakinkan bahwa teman-temannya pasti akan satu suara dengannya.
Akhirnya keesokan harinya aku datang kembali ke rumah Pak Broto. Hari itu aku untuk pertama kalinya berdandan bukan untuk suamiku, tapi untuk laki-laki lain. Aku datang dengan pakaian tetap casual saja. Toh pikirku nantinya pakaian ini juga tidak berguna karena ketika aku menunaikan tugasku baju ini harus dilepas. Yang jelas aku mempersiapkan mentalku untuk hal ini. Karena ini juga untuk pertama kalinya aku akan disetubuhi oleh laki-laki yang bukan suamiku. Dan yang jelas aku juga mempersiapkan vaginaku. Semua bulu-bulu yang tumbuh disekitar vaginaku kucukur habis, sehingga vaginaku bisa terlihat dengan jelas. Sesampainya di rumah Pak Broto aku disambut dengan hangat, Pak Broto mencium punggung tanganku dan kedua pipiku. Diriku agak canggung menerima perlakuan yang diberikan kepadaku, karena dia bukan suamiku. Tetapi aku sendiri tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh suamiku. Saat itu aku merasa diperlakukan layaknya seorang perempuan. Dia tidak menunjukkan bahwa dia hawa nafsunya, tapi justru menunjukkan sikap seorang lelaki dewasa yang membuatku sedikit “terbius” oleh perlakuannya.
Setelah sambutan hangatnya aku langsung diajak menuju kamarnya. Kamar yang cukup mewah bagiku. Dan rupanya Pak Broto telah menyulap kamarnya menjadi begitu indah. Wangi bunga telah memenuhi seisi kamarnya. Ketika aku masih terpesona dengan kamarnya yang mewah tiba-tiba dia memelukku dari belakang. Refleks dan sedikit terkejut membuat diriku agak memberontak. Tetapi dia meyakinkan diriku untuk tenang dan menikmati saja saat-saat tersebut. Dia mulai menciumi leher dan kupingku yang jelas membuatku terangsang. Lalu dia membalikkan tubuhku sehingga kami saling berhadapan.
“Boleh kupanggil Anti saja?” tanyanya padaku.
“Hmm.. boleh aja pak”
“Wah. Jangan panggil pak dong. Panggil saja Broto. Supaya lebih mesra.”
“Iya Broto. Boleh aja kalau kamu mau panggil aku Anti.” aku mulai menikmati keadaan.
“Hmm.. Anti. Sebenarnya ada satu lagi kejutan untukmu hari ini.”
“Apa itu?”
Belum dia menjawabnya tiba-tiba pintu kamar terbuka. Lalu ada dua orang memasuki kamar tersebut. Hal itu jelas saja membuat aku kaget.
“Ini dia kejutannya. Ada dua orang lagi temanku yang dihutangi suamimu yang ingin ikut bermain dengan kita.”
“Tapi Broto…” “Tenang saja. Kalau kau melayani kami sekaligus maka bayarannya dinaikkan menjadi 1,5 juta untuk sekali main. Tidak lagi satu juta.”
Sebenarnya aku agak keberatan juga dengan keadaan itu. Tapi karena suasana yang tercipta sudah kunikmati akhirnya aku menyetujuinya. Kedua temannya memang berbeda sekali dengannya. Temannya yang satu bernama Faisal, keturunan Arab mempunyai dan berkulit putih. Sedangkan yang satunya bernama Hans, keturunan Cina. Tapi yang jelas ketiganya mempunyai postur tubuh yang sama. Tinggi besar dan tegap. Beda sekali dengan suamiku yang tingginya kira-kira sama denganku dan mempunyai tubuh yang tidak sebagus mereka. Jujur saja diam-diam aku mulai mengagumi mereka bertiga dan mulai membayangkan disetubuhi oleh mereka bertiga.
Aku sudah lagi tidak peduli dengan suasana romantis di kamar Pak Broto, tapi aku sudah mulai membayangkan suasana liar yang akan terjadi berikutnya. Tiba-tiba saja Pak Broto sudah mulai mencium bibirku. Aku yang dari tadi sedang menghayal jelas terkejut, walaupun tidak lama dan langsung membalas ciuman dari Pak Broto. Tak lama berselang Faisal dan Hans langsung bergabung. Faisal datang dari belakangku dan langsung menciumi leherku sedangkan Hans langsung ke tujuan dengan meremas kedua dadaku. Hal ini jelas saja membuat nafsuku meledak. Aku tidak tahan untuk tidak bersuara, dan akhirnya akupun mulai mengeluarkan desahan dari mulutku.
Setelah itu bajuku dan celana panjang yang aku pakai mulai dilepas dari tubuhku sehingga terlihat bra dan cd yang aku kenakan. Hal ini jelas saja membuat mereka bertiga tambah liar untuk menjamah tubuhku. Dan tak lama berselang bra dan cdku pun ikut lepas dari tubuhku sehingga aku benar-benar bugil. Sudah tidak ada lagi perasaan canggung dan malu di diriku. Yang ada hanya nafsu yang sudah berada di ubun-ubun. Setelah itu mereka bertiga pun melepas pakaiannya masing-masing. Dan aku benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa kagetku ketika mereka bertiga sudah bugil. Karena mereka semua mempunyai ukuran penis yang sangat besar bagiku. Panjang penisnya sekitar 20 cm dan berdiameter kira-kira 4-5 cm. Aku sendiri tidak dapat membedakan secara pasti punya siapa yang paling besar. Karena ukuran penis mereka yang hampir sama. Tapi yang jelas berbeda sekali dengan punya suamiku yang hanya sekitar 13cm dengan diameter 2 cm. Aku dihadapkan dengan tiga penis raksasa. Perasaan takut dan penasaran bercampur aduk di diriku. Takut karena belum pernah melihat penis dengan ukuran sebesar itu. Penasaran karena perempuan mana yang tidak mau vaginanya dimasuki penis seperti itu.
Setelah semuanya bugil mereka membimbingku untuk jongkok, dan setelah itu mereka semua mengelilingiku. Mereka minta dioral secara bergantian. Lalu kulakukan permintaan itu dengan senang hati walaupun agak bersusah payah. Aku sering mengoral suamiku, tetapi yang ini beda. Tiga penis dengan ukuran jauh dari penis suamiku. Ukuran penis mereka membuat aku agak gelagapan dan sedikit sesak nafas awalnya. Tapi lama-lama akhirnya aku bisa menguasai keadaan juga. Ketika aku mengoral penis pak Broto kedua tanganku mengocok penis Hans dan Faisal, begitu seterusnya. Jika satu sedang kuoral maka yang dua lagi kebagian kocokan tanganku.
“Aarrrgghhh nikmat sekali seponganmu anti” ucapan itu terlontar dari Faisal ketika mendapat giliran dioral olehku. Hans mendapat giliran terakhir untuk kuoral.
Dan ketika giliran Hans mereka membimbingku ke arah tempat tidur. Rupanya mereka memintaku untuk mengoral Hans sambil terlentang sementara penis Hans berada di atas mulutku. Ketika sedang asik-asiknya menikmati penis Hans, tiba-tiba kurasakan rangsangan hebat di kedua payudaraku dan di vaginaku. Rupanya Faisal sedang asik menggerayangi kedua payudaraku. Dia sedang asik meremas dan menjilati kedua payudaraku. Sedangkan Pak Broto berada di selangkanganku, dia terlihat asik menjilati vaginaku. Terang saja aku mengoral Hans sambil mengerang (ingin berteriak tidak bisa karena mulutku disumpal penis Hans) keenakan karena perlakuan kedua orang tadi terhadap dua tempat sensitif di tubuhku. Tak lama kemudian Hans melepaskan penisnya dari mulutku lalu bergabung dengan Faisal untuk menikmati payudaraku. Faisal menggarap payudara kiriku sedangkan Hans yang kanan pak Broto tetap menjilati vaginaku. Hal ini membuatku terangsang hebat sehingga tidak tahan lagi untuk berteriak dan meracau.
“Aarrrrgghhh, nikmat banget… teruuussss… aaarrgghhh… aayoo teruusss”
Akhirnya aku sampai juga pada orgasmeku yang pertama. Tak lama kemudian aku merasakan sesuatu menempel di bibir vaginaku. Setelah kulirik ternyata pak Broto sudah siap memasukkan penisnya itu ke dalam vaginaku. Aku merasakan penis pak Broto semakin lama semakin mendesak vaginaku. Aku merasa seperti perawan lagi karena begitu susahnya penis pak Broto memasuki vaginaku. Terang saja susah, penis sebesar itu mencoba masuk ke dalam vaginaku yang biasanya hanya dimasuki penis Bayu yang sekarang menjadi biasa bagiku. Terbantu oleh vaginaku yang sudah basah akhirnya penis pak Broto berhasil masuk juga. Perlahan-lahan pak Broto mulai menggoyangkan penisnya keluar masuk di vaginaku. “Arrrghhh broto… terus… cepetin donkk.. ent*tin…” aku sudah meracau tak karuan karena penis pak Broto yang menghadirkan kenikmatan yang luar biasa. Ditambah lagi Hans dan Faisal yang masih sibuk dengan kedua payudaraku.
Akhirnya setelah dirasa lancar pak Brotopun mulai mempercepat goyangannya. Baru beberapa goyangan saja aku sudah orgasme lagi padahal kulihat pak Broto masih kuat menggoyang penisnya. Makin lama makin cepat dan cepat sampai akhirnya aku tak tahan dan sampai pada orgasme ku yang kesekekian kali. Setelah agak lama terasa goyangan pak Broto semakin cepat dan cepat kemudian sampai pada goyangan dia yang terakhir, tubuhnya mengejang keras sekali, suaranya melenguh setengah berteriak. Dan aku bisa merasakan kalau dia orgasme. Semburan spermanya di dalam vaginaku terasa sekali. Tak lama berselang pak Broto mencabut penisnya dan aku didatangi oleh Hans dan Faisal yag tampak sudah tidak sabar. Aku lihat Hans membawa baby oil. “Untuk apa?” tanyaku. “Sudahlah nikmati saja” begitu kata Hans.
Karena memang gairahku masih diatas akhirnya aku tidak pedulikan lagi. Tak lama mereka memintaku untuk berposisi doggy style, dan aku iyakan saja toh aku juga terbiasa dengan gaya itu. Tapi betapa kagetnya ketika kurasakan Hans menumpahkan baby oil di lubang pantatku dan di penisnya lalu kemudian berusaha memasukkan penisnya itu ke pantatku. Tadinya aku ingin berontak, tetapi Faisal memegangi tubuhku dengan erat supaya tidak berontak. Terasa sedikit sakit ketika penis Hans mencoba untuk memasuki lubang pantatku tetapi kemudian setelah masuk terasa nikmat yang luar biasa juga. Tidak kalah dengan nikmatnya ketika masuk ke vagina. Lalu Hans kemudian mulai untuk menggoyang penisnya di dalam pantatku. Ketika sudah lancar dan baru beberapa saat Hans meminta merubah posisi tanpa melepaskan penisnya dari pantatnya. Kami berdua terlentang dan bertindihan dengan aku diatasnya. Sehingga makin kurasa Penis itu bergerilya di lubang pantatku.
Tak lama kemudian Faisal menghampiri kami dan sudah siap dengan penisnya yang sudah berdiri tegak dan diarahkan ke vaginaku yang terbuka menantang. Akhirnya Faisal memasukkan penisnya ke dalam vaginaku berbarengan dengan Hans dia menggoyangkan penisnya keluar masuk vaginaku. Sebuah pengalaman luar biasa yang belum aku alami sebelumnya. Aku disetubuhi dua laki-laki secara bersamaan. Benar-benar terasa nikmat sekali, ditambah lagi keduanya ditambah pak Broto merupakan sosok lelaki gagah, tampan dan enak dipandang. Pergumulan kami bertiga tak terasa membuatku orgasme berkali-kali, karena rasa nikmat yang luar biasa. Dan akhirnya Faisal dan Hans secara bersamaan mencapai orgasmenya. Hans mengerluarkan spermanya di dalam pantatku sedang Faisal di dalam vaginaku.
Setelah itu kami berempat mebersihkan diri, dan rupanya di meja makan sudah disiapkan makanan untuk kami berempat. Setelah kami makan akhirnya aku izin untuk pulang dan tidak lupa membuat janji untuk pertemuan berikutnya dengan mereka.
Setelah kejadian itu aku merasakan tidak nafsu lagi dengan Bayu ketika dia mengajakku untuk bersetubuh. Aku hanya berusaha menjalankan kewajibanku saja. Tetapi jujur saja aku tidak merasa puas. Karena aku sudah menemukan sesuatu yang lebih diluar sana. Dan setelah semua hutang-hutang Bayu lunas aku sering kali mendatangi mereka atau salah satu dari mereka untuk minta disetubuhi. Aku sudah sampai pada taraf ketagihan yang luar biasa. Pada akhirnya akupun jujur kepada Bayu tentang hal yang selama ini terjadi. Dia terkejut, tapi tak biasa marah karena aku melakukan itu untuk melunasi hutang-hutangnya. Setelah kutanyai apakah dia ingin menuntut cerai diriku, dia tidak mau menceraikanku dengan alasan dia masih sayang. Aku memberikan syarat kepada Bayu yaitu, aku bebas bersetubuh dengan ketiga orang itu kapanpun dan dimanapun aku mau tanpa harus dicemburui. Akhirnya Bayu menyetujuinya, karena masih menyayangiku.
Pernah suatu saat ketika Bayu pulang ke rumah dia mendapati diriku sedang bersetubuh dengan ketiga pria tersebut. Ketika dia akan pergi justru dia dipaksa untuk duduk dan menyaksikan kami oleh pak Broto, Hans dan Faisal. Bahkan dia juga ditelanjangi oleh mereka didepanku. Mereka sengaja melakukan itu hanya untuk membandingkan ukuran penis mereka dan Bayu dan memang penis Bayu menjadi terlihat kecil sekali. Sebenarnya aku kasihan melihatnya diperlakukan seperti itu. Tetapi karena hawa nafsu yang sudah menguasai diriku, maka tak kuacuhkan dia dan aku hana melayani penis-penis raksasa yang dapat memuaskan vaginaku.
Share:
Copyright © Bandar Poker Terbaik 2018 | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com